Pembaharuan Konsep Prediksi Debit Andalan untuk Operasi dan Pemeliharaan Irigasi Modern

Bayu Dwi Apri Nugroho, Sigit Supadmo Arif
*

Sari


Pengelolaan sistem irigasi konvensional yang masih dilakukan sampai saat ini bersifat probabilistik, terutama dalam menganalisis debit untuk perencanaan OP irigasi. Hal ini terlihat dari pelaksanaan analisis data yang digunakan yaitu analisis data empiris dua mingguan atau dasarian, sehingga untuk mengubah pola pengelolaan ke modern memerlukan pengembangan secara lentur dan berbasis waktu nyata, akibat perubahan iklim di Indonesia. Analisis prediksi debit air dilakukan dengan memakai analisis model matematika sebagai pengganti model probalisitik dan penggunaaan data pengamatan waktu nyata dengan memakai alat pengamatan cuaca otomatis. Konsep baru ini dicoba di Daerah Irigasi (DI) Wadaslintang dan Kabupaten Banyumas, yang menunjukkan bahwa pengamatan cuaca otomatis berjalan dengan baik, dan dapat digunakan sebagai data dalam analisis model matematik. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa alat telemetri menghasilkan data yang baik. Perbandingan antara penggunaan Metode Matematika Jaringan Syaraf Tiruan (JST) dengan Metode Probabilistik P80, menunjukkan bahwa metode dengan JST lebih mendekati nyata dibandingkan dengan Probabilistik P80. Hal ini ditunjukkan dengan hasil validasi yang dilakukan dari bulan Januari sampai Agustus 2015, Secara keseluruhan kesalahan debit prediksi JST terhadap realisasi adalah 77%. Hasil ini menunjukkan bahwa diperlukan suatu metode perhitungan matematis yang dinamis, karena keadaan iklim yang dinamis walaupun tidak meninggalkan metode probabilistik sebagai pembanding.


Kata Kunci


Operasi Pemeliharaan (OP); pengelolaan irigasi modern; analisis klimat; model matematika; waktu nyata

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Angguniko, B. Y., & Hidayah, S. (2017). Rancangan unit pengelola irigasi modern di Indonesia. Jurnal Irigasi, 12(1), 23–36.

Arif, C., Setiawan, B. I., Mizoguchi, M., Saptomo, S. K., Sutoyo, S., Liyantono, L., … Ito, T. (2014). Performance of quasi real-time paddy field monitoring systems in Indonesia. Dalam The Asia-Pacific Advanced Network Meeting (Vol. 37, hlm. 10–19). Bandung. http://dx.doi.org/10.7125/APAN.37.2

Arif, S. S., Prabowo, A., Sastrohardjono, S., Sukarno, I., & Sidharti, T. S. (2014). Pokok – Pokok Modernisasi Irigasi Indonesia. Jakarta, Indonesia: Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum.

Balai Litbang Penerapan Teknologi Sumberdaya Air. (2016). Laporan Akhir Urgensi Unit Pengelola Irigasi Modern (UPIM). Jakarta, Indonesia: Balai Litbang Penerapan Teknologi Sumber Daya Air, Pusat Litbang Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Badan Litbang, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Direktorat Irigasi dan Rawa. (2015). Manager Irigasi dan Knowledge Center. Jakarta, Indonesia: Direktorat Irigasi dan Rawa, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Ekawati, N. T. (2011). Empirical Orthogonal Function dalam Permasalahan Iklim. Yogyakarta, Indonesia: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM.

Haan, C. T. (1977). Statistical Methods in Hydrology. Iowa, USA: The Iowa State University Press.

Hakim, A., Suriadi, A., & Masruri. (2012). Tingkat kesiapan masyarakat petani terhadap rencana modernisasi irigasi. Studi kasus di Daerah Irigasi Barugbug, Jawa Barat. Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum, 4(2), 67–78.

Haykin, S. (1999). Self-Organizing Maps: Neural Networks A Comprehensive Foundation (2 edition). Upper Saddle River, NJ, USA: Prentice Hall.

Hermawan, A. (2006). Jaringan Saraf Tiruan Teori dan Aplikasi. Yogyakarta, Indonesia: Andi Offset.

Nugroho, B. D. A. (2016). Fenomena Iklim Global, Perubahan Iklim dan Dampaknya di Indonesia. Yogyakarta, Indonesia: Universitas Gadjah Mada Press.

Triana, H., Suryono, A., & Widodo, E. (2016). Analisis Rencana Tata Tanam Global (RTTG) terhadap kinerja daerah irigasi luasan lebih dari 3000 Ha. Reka Buana: Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia, 1(2), 85–90.

Yanto, M., Sovia, R., & Mandala, E. P. W. (2018). Jaringan syaraf tiruan perceptron untuk penentuan pola sistem irigasi lahan pertanian di Kabupaten Pesisir Selatan Sumatra Barat. Sebatik, 22(2), 111–115.


Statistik Tampilan

Sari : 349 kali
PDF : 525 kali


DOI: http://dx.doi.org/10.31028/ji.v14.i1.25-32

Hak Cipta (c) 2019 Jurnal Irigasi



Jurnal Irigasi terindeks oleh:

 

Creative Commons License

Jurnal ini di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License. Hak Cipta Jurnal Irigasi, didukung oleh OJS.